Produk Dehidrasi Kami

Kami bertujuan untuk memberi Anda pilihan hijauan berkualitas tinggi yang lebih konsisten dan stabil.

Alfalfa dehidrasi

Pelet alfalfa dehidrasi

Ryegrass dehidrasi

Lebih banyak produk …

Kualitas

Apa saja ciri-ciri pakan dehidrasi UE?

Di lapangan, pakan ternaknya sama namun dengan mengeringkannya dengan trommel dibandingkan dengan menjemurnya di bawah sinar matahari, hal ini memberikan keuntungan sebagai berikut

Serat lebih pendek

Stabilitas

Kebersihan

Keseragaman

Produktifitas

Berita

Informasi dan kegiatan terkini tentang kampanye

Melampaui Ekspansi Populasi Ternak: Revolusi Koperasi dan Pakan yang Membentuk Sektor Susu Indonesia

Sektor susu Indonesia sedang memasuki periode transformasi bertahap seiring upaya negara untuk meningkatkan produksi susu domestik. Meskipun industri ini masih didominasi oleh peternak skala kecil, peningkatan kerja sama dan praktik manajemen yang lebih baik mulai membentuk kembali cara produksi susu di seluruh sektor. Lebih dari 90 persen susu segar Indonesia diproduksi oleh peternak skala kecil, yang sebagian besar mengelola peternakan dengan hanya dua hingga lima ekor sapi. Dalam konteks ini, koperasi memainkan peran sentral dalam mengorganisasi pengumpulan susu, menghubungkan peternak dengan pengolah, serta menyediakan akses terhadap panduan teknis dan input usaha tani. Penguatan lembaga ini telah menjadi prioritas strategis di bawah arahan Kementerian Pertanian, mencerminkan pemahaman bahwa peningkatan produktivitas memerlukan dukungan terkoordinasi di ribuan peternakan kecil. Namun, tantangan struktural yang signifikan masih tetap ada. Sektor susu Indonesia terus menghadapi keterbatasan terkait ketersediaan pakan, infrastruktur peternakan, serta variabilitas kondisi produksi di tingkat peternakan. Hijauan segar, yang menjadi tulang punggung sebagian besar ransum sapi perah, dapat sangat bervariasi dalam nilai nutrisinya tergantung pada kondisi musiman. Khususnya pada periode kering, fluktuasi kadar protein dan serat tercerna dapat menyebabkan hasil dan kualitas susu yang tidak konsisten. Agar Indonesia dapat mencapai ambisinya dalam meningkatkan produksi susu domestik secara signifikan, perbaikan lebih lanjut dalam manajemen peternakan, infrastruktur, dan pasokan input akan sangat penting. Penguatan sistem pakan secara luas diakui sebagai salah satu area pengembangan yang paling penting, karena nutrisi yang konsisten merupakan dasar untuk meningkatkan baik hasil maupun kualitas susu. Dalam konteks ini, input pakan yang stabil dapat memainkan peran pelengkap yang penting dalam mendukung peningkatan produktivitas. Pakan kering UE yang diproduksi dalam kondisi terkendali dan tunduk pada standar kualitas yang ketat, menawarkan profil nutrisi yang konsisten serta umur simpan yang panjang yang dapat membantu menstabilkan ransum sapi perah. Alih-alih menggantikan hijauan yang diproduksi secara lokal, produk semacam ini dapat melengkapi sistem pemberian pakan yang ada,

Status Demam Babi Afrika di Eropa: Dapatkah Penyakit Ini Memengaruhi Produk Pakan Ternak?

Pada akhir November 2025, otoritas Spanyol mendeteksi dua babi hutan yang terinfeksi virus African Swine Fever (ASF atau Demam Babi Afrika) di wilayah Bellaterra, provinsi Barcelona. Ini menandai kasus ASF pertama yang terkonfirmasi di Spanyol sejak tahun 1994. Pemerintah Spanyol merespons dengan cepat dengan menetapkan zona pengendalian dan pemantauan sejauh 20 kilometer di sekitar area inti tempat kasus ditemukan, yang dibagi ke dalam zona dengan tingkat risiko yang berbeda. Berkat langkah cepat ini, meskipun jumlah babi hutan yang terinfeksi meningkat di “area inti epidemi”, hingga saat ini belum ada infeksi yang terkonfirmasi pada babi ternak. Uni Eropa dan Negara Anggotanya telah menetapkan langkah pencegahan dan respons jangka panjang. Langkah-langkah ini mencakup pembentukan kerangka pengendalian khusus untuk ASF, kewajiban pelaporan, serta penetapan berbagai tingkat zona karantina dan pengendalian untuk membatasi pergerakan hewan dan produk hewan. Negara Anggota diwajibkan melaporkan semua kasus ASF melalui EU Animal Disease Information System (ADIS) serta menerapkan strategi pengawasan pasif dan aktif, khususnya pengawasan bangkai pada babi hutan dan pemeriksaan hewan hasil perburuan. Selain itu, UE mendukung Negara Anggota dalam memperkuat kapasitas pencegahan dan pengendalian ASF melalui pendanaan proyek. Sebagai contoh, pada periode 2023–2024, beberapa juta euro dialokasikan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, mengurangi wabah, dan meningkatkan pengelolaan babi hutan. Di sisi lain, beberapa profesional juga menyampaikan kekhawatiran mengenai apakah risiko penularan ASF dapat memengaruhi produk pakan. Kesimpulannya adalah bahwa pakan berbasis tanaman bukan merupakan vektor penularan ASF dalam kondisi normal. Pada tahun 2022, European Food Safety Authority (EFSA) meluncurkan proyek penelitian internasional yang bertujuan untuk mempelajari “Kelangsungan hidup virus demam babi Afrika dalam pakan, bahan alas kandang, dan vektor mekanis serta peran potensialnya dalam penularan virus” dalam kondisi penyimpanan nyata. Studi ini meneliti 14 jenis ransum pertanian dan bahan alas, seperti rumput, silase rumput, jerami, oat, dan jerami gandum. Hasil akhir menunjukkan bahwa bahkan setelah sejumlah

Mencari mitra pakan ternak dehidrasi UE Anda?

Kontribusi pakan ternak dehidrasi UE dalam keberlanjutan

Dukung produk untuk lingkungan dan keberlanjutan!

Keberlanjutan ekonomi

UE merupakan pemasok produk hijauan terbesar kedua dalam hal jumlah ekspor pada tahun 2022.

Ketahanan lingkungan

Pakan ternak UE, seperti Alfalfa berkontribusi terhadap peningkatan keanekaragaman hayati dengan 117 spesies burung memanfaatkannya untuk makanan, tempat berlindung, atau reproduksi. Ini mampu menangkap 9 ton/ha/tahun CO2 sehingga membantu mengurangi efek rumah kaca dan bertindak sebagai filter ramah lingkungan.

Keberlanjutan sosial

Industri pakan ternak berkontribusi dalam mengekang depopulasi dan penciptaan lapangan kerja di daerah pedesaan di kawasan Eropa.

Views: 582

Scroll to Top