Berita

Informasi dan kegiatan terkini tentang kampanye

Para Ahli UE Menyelesaikan Misi Sukses di Vietnam untuk Menghubungkan Pakan Kering UE dengan Industri Susu Vietnam
Kampanye Pakan Kering UE asal Spanyol dan Italia, yang didanai bersama oleh Uni Eropa serta dipimpin oleh FILIERA, Italian Foraggi, dan AEFA (Asosiasi Produsen Alfalfa Kering Spanyol), telah sukses menuntaskan rangkaian kegiatan promosi dan teknis selama satu minggu di Vietnam pada 14 dan18 Juli 2025. Kampanye yang berlansung dari 2024 hingga 2026 ini mempromosikan pakan kering UE berkualitas tinggi dari Spanyol dan Italia ke pasar Vietnam, Indonesia, Jepang, dan Taiwan. Dengan tema “Nutrisi Murni dari Tanah ke Gelas”, rangkaian acara selama seminggu di Vietnam berfokus pada pengenalan pakan UE ke industri lokal melalui pertukaran pengetahuan dan pembangunan kemitraan, sekaligus menampilkan keunggulan nutrisi dan keberlanjutan pakan kering produksi UE. Dua pakar nutrisi ternak UE yang sangat berpengalaman bergabung dengan tim kampanye untuk mengikuti jadwal padat kegiatan teknis, termasuk pertemuan dengan Asosiasi Peternakan Ruminansia Vietnam (Vietnam Ruminant Husbandry Association (VINARUHA)) dan Asosiasi Peternakan Vietnam (Animal Husbandry Association of Vietnam (AHAV)) di Hanoi untuk membahas potensi kolaborasi. Pada 16 Juli, digelar lokakarya di Kota Ho Chi Minh yang dihadiri oleh lebih dari 35 pemangku kepentingan industri. Para peserta mengikuti presentasi dari pakar nutrisi ternak UE, AEFA, dan perwakilan kampanye untuk mempelajari strategi pemberian pakan kering ala UE serta manfaat pakan kering dari Eropa, disertai contoh manfaat dan penerapan nyata pakan di pasar Vietnam. Sesi ini ditutup dengan tanya jawab interaktif, memberi kesempatan bagi pelaku industri untuk berdiskusi langsung dengan para pakar, asosiasi, dan tim kampanye. Usai keberhasilan lokakarya tersebut, tim kampanye melanjutkan kunjungan ke dua peternakan susu terkemuka di Vietnam, Da Lat Milk dan Nutimilk. Pakar UE melakukan konsultasi langsung di lapangan, mengamati sistem pemberian pakan setempat, serta bertukar wawasan mengenai peningkatan efisiensi pakan, kesehatan ternak, dan produksi susu melalui potensi penerapan pakan kering UE. Rangkaian kegiatan pada pekan tersebut menjadi wadah unik bagi para profesional peternakan dan industri susu Vietnam untuk berinteraksi

Memosisikan Pakan Kering UE untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
Dalam lima bulan pertama tahun 2025, perdagangan hijauan di pasar-pasar peternakan utama Asia—Jepang, Taiwan, Indonesia, dan Vietnam—menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Pasar yang sudah matang seperti Jepang dan Taiwan, masing-masing mencatat kenaikan tipis 1% dalam volume impor pakan dibandingkan tahun 2024, menandakan permintaan yang stabil. Sementara itu, Vietnam dan Indonesia mengalami sedikit penurunan, masing-masing sebesar -1% dan -12%[1], mencerminkan adanya penyesuaian berkelanjutan dalam strategi sumber pasokan dan preferensi pakan. Secara global, AS dan Australia terus memimpin perdagangan jerami, didukung oleh luasnya padang rumput mereka serta produksi berorientasi ekspor. AS mendominasi ekspor alfalfa, sementara Australia memegang posisi kuat pada jerami oat dan jerami gandum. Namun, UE mulai muncul sebagai sumber pelengkap hijauan berkualitas tinggi, menawarkan alternatif yang semakin menarik. UE mengekspor alfalfa kering, rumput rai (lalang), dan jerami oat yang tetap mempertahankan kualitas nutrisi unggul berkat teknik pengeringan industri. Proses ini memastikan higienitas yang lebih baik, konsistensi mutu, serta kesesuaian untuk pemberian pakan di lingkungan lembap dan bersuhu tinggi, dengan harga yang kompetitif. Perbandingan harga rata-rata kode HS: 121490, 121410 Di Jepang dan Taiwan, pakan UE sudah memainkan peran yang stabil. Jepang mengimpor rata-rata 7.000 ton dalam lima bulan terakhir, dan Taiwan lebih dari 600 ton—sebagian besar berupa pelet produksi UE. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap produk UE yang menawarkan harga kompetitif, proses pengolahan yang aman, dan pasokan yang stabil untuk sistem pemberian pakan intensif. Sumber: UN comtrade, Taiwan CPT, elaborasi sendiri Di Indonesia dan Vietnam, fluktuasi terlihat lebih nyata, namun potensi jangka panjang tetap jelas. Sebagai contoh, di Indonesia, pada bulan Februari dan April terdapat perbedaan volume impor produk UE hingga sepuluh kali lipat. Pasar-pasar ini sedang memperluas sektor susu dan peternakan mereka sambil mencari diversifikasi sumber pasokan pakan. Dengan jumlah pemasok yang terbatas saat ini, pakan UE menawarkan solusi yang strategis, efisien biaya, dan cocok untuk pembeli yang peduli
Mencari mitra pakan ternak dehidrasi UE Anda?

Kontribusi pakan ternak dehidrasi UE dalam keberlanjutan

Dukung produk untuk lingkungan dan keberlanjutan!
Keberlanjutan ekonomi
UE merupakan pemasok produk hijauan terbesar kedua dalam hal jumlah ekspor pada tahun 2022.
Ketahanan lingkungan
Pakan ternak UE, seperti Alfalfa berkontribusi terhadap peningkatan keanekaragaman hayati dengan 117 spesies burung memanfaatkannya untuk makanan, tempat berlindung, atau reproduksi. Ini mampu menangkap 9 ton/ha/tahun CO2 sehingga membantu mengurangi efek rumah kaca dan bertindak sebagai filter ramah lingkungan.

