Berita

Dari Lahan ke Ransum: Menjelajahi Pakan Ternak Dehidrasi Eropa
September ini, dalam dua perjalanan kami ke UE, 15 profesional dari Vietnam dan Indonesia akan melakukan perjalanan ke Spanyol dan Italia untuk mengikuti perjalanan pembelajaran langsung mengenai sektor pakan ternak dehidrasi Eropa. Perjalanan studi ini akan mencakup kunjungan ke peternakan, pertukaran teknis, pertemuan industri, serta wawasan praktis mengenai budi daya, pemanenan, dehidrasi, dan penerapan hijauan dalam produksiternak modern.

Judul: Eksperimen Praktis Menunjukkan bahwa Manfaat Produksi Pakan Ternak Dehidrasi UE Jauh Melampaui Peternakan Sapi Perah
Seiring dengan berkembangnya peternakan perah di luar sektor sapi perah tradisional, produk hijauan berkualitas tinggi seperti alfalfa semakin banyak digunakan pada berbagai jenis ternak perah. Sebagai contoh, seiring berkembangnya industri domba perah, para peneliti di Tiongkok mulai meneliti pengaruh berbagai produk alfalfa terhadap performa produksi domba perah laktasi.

Ekspansi Peternakan Sapi Perah Indonesia di Luar Jawa: Peluang dan Tantangan bagi Peternak serta Pemangku Kepentingan Industri
Ekspansi sektor peternakan sapi perah Indonesia ke luar Jawa merupakan peluang untuk mengembangkan sentra peternakan sapi perah baru di berbagai daerah dan memperkuat kapasitas produksi susu nasional. Namun, keberhasilan tidak hanya bergantung pada jumlah ternak atau ketersediaan lahan. Hal ini membutuhkan sistem produksi yang lengkap, mencakup lahan yang sesuai, infrastruktur, manajemen peternakan, serta akses yang andal terhadap pakan berkualitas. Dengan memadukan sumber daya hijauan lokal dengan ransum tambahan yang konsisten seperti pakan ternak dehidrasi Eropa, Indonesia dapat meningkatkan fleksibilitas pemberian ransum dan mendukung pengembangan sektor peternakan sapi perah yang lebih tangguh dan produktif.
Postingan Terbaru
Arsip
