Memosisikan Pakan Kering UE untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Dalam lima bulan pertama tahun 2025, perdagangan hijauan di pasar-pasar peternakan utama Asia—Jepang, Taiwan, Indonesia, dan Vietnam—menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Pasar yang sudah matang seperti Jepang dan Taiwan, masing-masing mencatat kenaikan tipis 1% dalam volume impor pakan dibandingkan tahun 2024, menandakan permintaan yang stabil. Sementara itu, Vietnam dan Indonesia mengalami sedikit penurunan, masing-masing sebesar -1% dan -12%[1], mencerminkan adanya penyesuaian berkelanjutan dalam strategi sumber pasokan dan preferensi pakan.

Secara global, AS dan Australia terus memimpin perdagangan jerami, didukung oleh luasnya padang rumput mereka serta produksi berorientasi ekspor. AS mendominasi ekspor alfalfa, sementara Australia memegang posisi kuat pada jerami oat dan jerami gandum. Namun, UE mulai muncul sebagai sumber pelengkap hijauan berkualitas tinggi, menawarkan alternatif yang semakin menarik.

UE mengekspor alfalfa kering, rumput rai (lalang), dan jerami oat yang tetap mempertahankan kualitas nutrisi unggul berkat teknik pengeringan industri. Proses ini memastikan higienitas yang lebih baik, konsistensi mutu, serta kesesuaian untuk pemberian pakan di lingkungan lembap dan bersuhu tinggi, dengan harga yang kompetitif.

Perbandingan harga rata-rata kode HS: 121490, 121410

Di Jepang dan Taiwan, pakan UE sudah memainkan peran yang stabil. Jepang mengimpor rata-rata 7.000 ton dalam lima bulan terakhir, dan Taiwan lebih dari 600 ton—sebagian besar berupa pelet produksi UE. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap produk UE yang menawarkan harga kompetitif, proses pengolahan yang aman, dan pasokan yang stabil untuk sistem pemberian pakan intensif.

Sumber: UN comtrade, Taiwan CPT, elaborasi sendiri

Di Indonesia dan Vietnam, fluktuasi terlihat lebih nyata, namun potensi jangka panjang tetap jelas. Sebagai contoh, di Indonesia, pada bulan Februari dan April terdapat perbedaan volume impor produk UE hingga sepuluh kali lipat. Pasar-pasar ini sedang memperluas sektor susu dan peternakan mereka sambil mencari diversifikasi sumber pasokan pakan. Dengan jumlah pemasok yang terbatas saat ini, pakan UE menawarkan solusi yang strategis, efisien biaya, dan cocok untuk pembeli yang peduli akan nutrisi, yang mencari alternatif di luar jerami tradisional.

Sumber: UN comtrade, Taiwan CPT, elaborasi sendiri

Ekspor ke Vietnam diperkirakan meningkat pada paruh kedua 2025 menyusul pengurangan pembatasan ekspor terhadap bal jerami asal Spanyol pada awal 2025.

Kampanye pakan kering UE terus menjalin kemitraan regional untuk meningkatkan kesadaran, memberikan dukungan teknis, dan memastikan aksesibilitas terhadap pakan kering UE. Di tengah kondisi pasar yang menuntut kualitas sekaligus efisiensi biaya, pakan kering UE tampil sebagai pilihan cerdas dan stabil di lanskap pakan yang dinamis di Asia.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kampanye dan seluruh kegiatan mendatang, silakan kunjungi situs web kami di www.eufodder.com atau hubungi kami melalui email indonesia@eufodder.com, dan berlangganan buletin kamidi https://eufodder.com/id/id-contact-us untuk tetap mengikuti berita terbaru!


[1] UN comtrade, Taiwan CPT single window.

Scroll to Top